Sabtu, 17 April 2010

PUISI UNTUK SEBUAH NAMA

APAKAH CINTA TAK HARUS MEMILIKI...?

Cpt:Dwi Purnomo

Kau telah ciptakan mimpiku
Tapi kau tinggalkan mimpiku
Dan jauh mimpiku dengan inginku
Apakah salah jika aku mencintaimu
Salahkah aku untuk memilikimu
Apakah karena kamu ada cinta yang lain
Cinta yang tak bisa kau tinggalkan……?

Ternyata aku hanya cinta sendiri
Hanya cinta pada bayangmu
Sungguh pedih aku rasakan
Apakah memang kenyataanku
Bahwa cinta tak harus memiliki….?

Jika aku memang bukan pilihan hatimu
Mungkin sudah jadi takdirku
Biarkan kau menjadi kenangan terindah buatku
Sebab…..
Takkan ada cinta yang dapat merebut hatiku
Kecuali dia……..yaitu kamu
Maka,
Ijinkanlah aku untuk tetap menyayangimu
Karena memang aku sayang padamu
Dan kau kan kujadikan sandaran hatiku
Sebab jujur aku padamu
Bahwa aku tak yakin bisa
Jalani hidup ini tanpamu



MENCARI MATAHARI

Cpt:Dwi Purnomo

Ketika itu matahari diawal januari 2007 bersinar begitu terang
Hari-hariku terasa indah…………
Seiring berbunganya mawar cinta dihatiku
Hari berganti hari, bulanpun berganti jua
Tak terasa matahari semakin condong ke barat
Menemukan peraduanya yang baru
Membuat mawar cintakupun melayu

Januari 2008 adalah awal cita cintaku
Mendambakan matahari yang kan slalu bersinar
Agar mawar cintaku yang layu dapat berkembang lagi

Tapi apakah matahari yang kudambakan
Hanya akan menyinari mawar cintaku…..?
Ataukah matahari sudah menyinari taman lain
disuatu kota nan sunyi…?
Hanya sepenggal tanya dihati yang kini ada
Oh tuhan,,,…….
dimanakah matahariku..?


BINTANG KEJORA DARI KOTA HUJAN

Cpt:Dwi Purnomo

Dalam hening malam kutatap kosong…….
Hatiku yang hancur oleh masalalu
Membawa aku terpuruk dalam kehampaan cinta

Nimas,,,apakah kau pembawa bintang kehidupan
Membawa sinar terang
untuk kau pancarkan dalam hatiku yang memerah,
Agar kembali suci putih tak ternoda

Aku hanya berharap pada satu bintang yang bersinar dihatiku
Bintang yang kau bawa untukku
Nimas Ayu….Bintang kejora dari kota hujan


PURNAMA YANG SENDIRI

Cpt:Dwi Purnomo


Kulihat diangkasa bintang berpasang-pasangan
Membentuk rasi yang indah dimalam sunyi
Aku purnama malam yang sendiri
Yang kadang tertutup mega yang tipis

Bintang berpasangan begitu mesra
Sementara purnama malam menyinari dunia
dengan sinarnya yang meredup

Meskipun purnama mampu menerangi malam
Tapi dia tak mampu menerangi hatinya


KEPASRAHAN SANG MAWAR CINTA

Cpt:Dwi Purnomo

Ketika mawar cintaku menunggu matahari untuk menyinarinya
Tapi sang matahari tak jua muncul dari ufuk timur
Hanyalah keputus asaan yang dideranya

Perlahan mawar cintaku semakin layu, kering, dan hampir mati
Matahari…………………..
Apakah kau tak kan pernah menyinari mawar cintaku…?
Apakah cahayamu tak mampu menembus pekatnya mendung kota hujan..?
Jika memang benar,
Maka biarkan mawar cintaku itu mati
Sebab tak ada lagi cahaya matahari yang diharapkan
Karena matahari telah bersinar disuatu taman kota
Dan telah menjadi milik sang penguasa taman

Slamat tinggal matahari
Mungkin aku sudah lelah menunggu sinarmu
Biarkan mawarku mati disini
Sambil menunggu kuasa ilahi
Yang mampu merubah takdirku
Untuk dapat meraihmu


SETITIK SINAR KEHIDUPAN

Cpt:Dwi Purnomo

Aku melihat setitik sinar matahari
dari sela-sela mendung kota hujan
Dan sinar itu menerpa mawar cinta yang tertunduk layu
Apakah tuhan akan menyibakkan mendung kota hujan………
Dengan sinar matahari yang begitu terang…?
Semua itu hanya tuhan yang tahu

Sang mawar hanya dapat berfikir
Apakah matahari akan benar-benar bersinar dikota ini..?
Sementara matahari masih bersinar
dan tersenyum dipelukan sang penguasa taman

Matahari,,,
Benarkah aku melihat setitik sinarmu dari balik awan..?
Ataukah sinar itu hanya fatamorgana belaka…….?
Jika memang benar itu sinarmu,,
Maka terangilah sang mawar yang hampir mati itu
Tapi jika itu hanya fatamorgana belaka,,,……………..
Maka biarkan mawar cinta itu terus berharap
Sambil menunggu detik-detik kematianya



TANGISAN SANG MATAHARI

Cpt:Dwi Purnomo

Aku melihat matahari ditimur kotaku menangis
Aku sendiri bertanya dalam hatiku
Apa yang membuat matahari menangis
Apakah ia merasa jauh untuk menyinari sang penguasa taman..?
Ataukah ……
karena ia merasa tidak akan bisa
Untuk menolong sang mawar yang hampir mati..?

Aku adalah mawar yang hampir mati itu
Bukan penguasa taman
Hai matahari…………………………….
Apakah keputus asaaan menyelimuti hatimu..?

Matahariku…………
Apakah kau tidak ingat
Siapa yang bisa membuatmu bisa bersinar..?
Yang membuatmu bisa bergerak..?
Ingatlah itu….
dan suatu saat kau akan bertemu dengan sang mawar


CINTA SAYANG ITU HANNY

Cpt:Dwi Purnomo

Cinta……………………………………………
Cinta terkadang seperti pelangi yang memberikan keindahan sesaat
Tetapi ada cinta seperti matahari yang tak pernah lelah memberikan sinar…..
Andai ku bisa menjadi mataharimu
Yang takkan pernah lelah untuk slalu mencintaimu, menyayangimu

Sayang………………………………………..
Rasa sayang itu tumbuh dari dasar hati
Tidak datang dengan tanpa alasan
Wajah ayumu akan selalu terbingkai dalam bingkai hatiku
Menumbuhkan perasaan sayang dan cinta
Lukisan dengan tinta dari pena emasku
Yang akan selalu melukiskan wajahmu yang sendu

Cinta sayang itu hanny
Tergambar jelas direlung hatiku
Terbingkai indah dengan bingkai emas
Namamu terukir selalu………..
Takkan pernah ada yang bisa menghapus namamu dari hatiku
Hanny……………………………………..
Itulah nama yang kini terukir dihatiku


PERJALANAN CINTA SANG LEBAH

Cpt:Dwi Purnomo

Kulihat sekuntum bunga yang mekar
Ditengah mendung kota hujan
Bunga itu harum baunya
Sehingga lebah musafir itu ingin tahu…?
Bunga apakah itu…?

Dan ketika lebah musafir itu mendekat…..
Bunga itu adalah sekuntum mawar yang harum
Yang memancarkan aroma yang menawan

Oh……
Mawar ditengah mendung kota hujan
Bolehkah lebah musafir itu hinggap dimerah muda bungamu…?
Agar lebah itu bisa merasakan wangi aromamu
Atau lebah itu hanya bisa hinggap di hijau daunmu…?
Karena sudah ada lebah-lebah lain di bungamu
Atau lebah itu hanya bisa bermimpi untuk hinggap dibungamu…?
Sebab lebah itu bukan lebah yang diharapkan oleh sang mawar

Berilah tanda itu
Supaya lebah musafir itu dapat menentukan pilihan
Apakah akan terus melanjutkan petualanganya
Ataukah akan berhenti……
Karena telah menemukan bunga yang slama ini dicarinya
Berilah tanda itu dengan tiupan angin yang menerpamu


TAKDIR KELAM SANG MAWAR CINTA

Cpt:Dwi Purnomo

Dan ketika takdir tuhan itu datang……
Maka hanya kepasrahan yang ada
Dalam hati sang mawar cinta
Jika memang matahari tak mampu menembus pekatnya mendung
Maka biarkan mawar itu mati dengan kodratnya…..

Tapi jika ada…….
Meskipun setitik cahaya yang mampu menembus pekatnya mendung…..
Maka biarkanlah mawar itu perlahan tumbuh
dengan penuh harap……….

Hai matahari……..
Apakah kau hanya akan bersinar ditaman sang penguasa taman..?
Ataukah ada sedikit pantulan cahayamu dari pelangi
Menerpa mawar yang layu…?
Sehingga mawar bersemi lagi
Hanya tuhan yang maha tahu semuanya
Dan tuhanlah yang mengatur pergerakan matahari
Sebab itulah sang mawar percaya akan jalan hidupnya
Dan akan tetap melanjutkan hidupnya
Meskipun tanpa sinar matahari
Tapi akan tetap berjuang
Untuk meraih setitik sinar matahari itu


DURI BUNGA CINTA

Cpt:Dwi Purnomo


Aku berjalan disebuah taman kota
Taman itu penuh dengan warna-warni bunga
Ada yang harum, dan memancarkan aroma yang sedap
Ada pula yang tanpa bau dan tanpa aroma apapun

Disebuah taman kota yang penuh bunga itu…….
Aku melihat bunga mungil
Yang harumnya sangat menyengat
Aku berjalan mendekatinya…..
Dan kuulurkan tanganku untuk meraihnya

Ketika aku ingin memegang kelopak bunga itu
Bunga itu malu – malu sambil menutup kelopaknya
Dengan daun – daun yang terlindung oleh duri
Aku tak mampu menyentuhnya…..
Karena duri – duri itu sangat tajam

Oh bunga mungil yang harum
Mungkinkah aku bisa meraihmu
Menyentuh indahnya kelopakmu
Mencium harum wangimu dari dekat
Tanpa harus berdarah dan perih
Karena terkena duri – duri tajam pelindungmu


CINTA DALAM HATI

Cpt:Dwi Purnomo

Aku pandang bintang dilangit begitu indah
Bersinar terang dimalam purnama
Aku terpaku sendiri menatapnya
Bintang bertaburan begitu riang dan gembira
Sementara sang purnama sendiri
Kadang hanya ditemani mega tipis yang melintas
Sekejap……..

Ketika aku menatap purnama itu
Aku membayangkan tentang diriku
Apakah aku seperti purnama itu
Yang sendiri tanpa ada yang peduli
Tanpa cinta yang bisa buat berbagi

Dan pada suatu saat
Ketika aku berharap pada seorang dewi
Dewi yang kuharap menjadi tambatan hati
Dia begitu indah
Begitu cantik
Begitu anggun
Sehingga aku terpesona menatapnya

Dan pada suatu ketika
Saat aku mengungkapkan perasaan itu
Sang dewipun berkata……
‘Aku sudah ada pelabuhan hati’
Kemudian akupun bergegas melangkah menjauh
Sampai saat inipun aku hanya bisa terus berharap
Entah sampai kapan sang dewi membuka pintu
Pintu hatinya untukku

Dalam hatiku hanya ada satu nama
Nama yang telah terlukis dengan tinta emas
Yang takkan terhapus
Meskipun badai sunami menghempas
Meskipun maut datang menghampiriku
Dialah sang dewi itu

Hai sang dewi pujaan hatiku
Apakah aku hanya bisa menikmati bayangmu
Tanpa harus bisa menyentuh wujudmu
Apakah kau hanya bisa menjadi bayangan cintaku
Tanpa harus bisa memilikimu
Apakah kau hanya cinta dalam hatiku
Tanpa bisa sepenuhnya mencintamu

Sampai kapan aku akan menunggumu
Menunggu tanpa kepastian
Tanpa harapan yang jelas
Apakah mimpiku akan menjadi nyata
Memiliki sang dewi yang kudamba
Sehingga aku tidak seperti purnama bulan ini
Yang sendiri tanpa ada kekasih hati
Tanpa mega tipis yang menyelimuti


Oh tuhan………
Jika memang dia takdirku
Maka satukanlah hati kami
Berikanlah kebahagiaan itu padaku
Dan aku sangat berharap itu
Oh tuhan…………
Hanya kau yang maha tahu semuanya
Ku berjalan atas kehendakmu
Atas takdirku
Aku hanya berharap
Semoga takdir itu menyatukan aku denganya
Karena aku memang mencintainya
Tulus dari hatiku yang paling dalam

Hai sang dewi
Semoga kau mengerti isi hatiku
Dengan puisi ini aku ungkapkan perasaanku padamu
Bahwa……………………
AKU CINTA KAMU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar